Selasa, 19 November 2013

Maling Kandang



Maling Kandang


Pada suatu hari, hiduplah seorang anak dan ibunya di tengah hutan yang tinggal di gubuk reot mereka. Anak itu bernama Malin Kundang. Ia senang sekali mengambil belalang untuk lauk pauk. Mereka hanya memakan singkong dan belalang yang dibakar dengan tungku. Ketika Malin sudah besar, Malin ingin merantau ke luar pulau. Malin meminta restu kepada ibunya. Ibunya memberi restu kepada Malin dengan satu syarat jika Malin sudah sukses, ia harus kembali dan menemani ibunya yang sudah tua.
Malin menyetujuinya. Akhirnya setelah membawa bekal yang cukup, ia berangkat selama 1 bulan dengan kapal. Setelah sampai, ia segera mengirim surat kepada ibunya. Segera Malin mencari sebuah tempat penginapan. Ia bertemu dengan seseorang bernama Sinbad. Sinbad adalah orang kaya yang bekerja sebagai bisnis perkapalan dan mempunyai punya banyak tempat penginapan.
Sinbad merasa senang ketika pertama kali melihat Malin. Malin ditawarinya tempat tinggal gratis asalkan Malin mau bekerja di bisnis perkapalan Sinbad. Malin tentu saja setuju. Keesokan harinya, Malin langsung berangkat ke pelabuhan dan langsung diangkat menjadi kepala nahkoda sebelum bekerja 1 jam pun. Malin sungguh bekerja dengan giat. Hingga suatu hari, Sinbad memanggil Malin.Malin tentu merasa penasaran. Sinbad berkata,”Jika kamu bisa membantu aku melakukan ini, gajimu akan saya naikkan 10x lipat dan mendapat penginapan yang lebih bagus.” Malin membalas, “Tapi apakah yang bisa saya bantu ?”. Sinbad menjawab “Aku ingin kau untuk mencuri salah satu kandang ayam bertelur emas pejabat terkaya di kota ini. Malin masih berpikir. Tapi karena teringat ibunya yang kekurangan uang, Malin langsung menyetujuinya. Sinbad berkata, “Pada pukul 00.00 nanti malam, kamu harus sudah masuk rumah pejabat itu. Waktmu sangat sempit. Karena itu adalah waktu pergantian penjaga. Ketika kamu sudah masuk, cepatlah ke gudang dan carilah benda yang ditutupi oleh kain berwarna hitam. Cepat ambillah. Ingat, waktumu hanya 3 menit.”
Keesokan harinya, Malin bolos kerja. Ia segera mempersiapkan diri untuk misinya itu. Pada jam 11.59, ia sudah menunggu di tempat persembunyiannya. Ia terlambat. Ia masuk untuk mencuri pada jam 12.01 karena kesalahan teknis. Jadi, ketika mencuri ia terlambat dan ketahuan oleh penjaga rumahnya itu. Sang tuan rumah langsung keluar. Malin ditangkap dan ditanyai oleh sang tuan rumah. Ketika malin ditanya siapa yang menyuruhnya, ia langsung menjawab Sinbad (karena gugup). Akhirnya, sang tuan rumah mengatakan, “Kembalilah lagi besok pagi disini dengan baju yang paling bagus yang kamu punya. Besok paginya, Malin menuruti perkataan pejabat kaya itu. Ternyata, sang pejabat itu menyuruh Malin untuk menikahi putrinya. Telah disiapkannya pesta yang sangat megah, dengan banyak makanan yang lezat,dan anggur terbaik yang pernah ada. Malin sangat senang sekali. Juga karena, disana, ia dapat melihat ibunya yang begitu dicintainya. Ada satu hal yang membuat Malin sedih. Ibunya tidak merestuinya. Tapi Malin tetap menikahi wanita itu. Ibu Malin mencapai puncak emosinya. Ia berdoa dan mengutuk malin. Setelah menikah, Malin mengajak istrinya untuk berbulan madu di Paris. Tapi, di tengah perjalanan ke Paris, kapal mereka dibajak oleh pembajak laut. Malin bersembunyi di dek kapal paling bawah. Malin merasa aneh ketika berlari. Karena kaki dan seluruh badannya mulai menjadi kaku. Ia lama lama berubah menjadi batu. Sampai sekarang, belum ditemukan patung Malin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar